6 Jenis Olahraga Ampuh Turunkan Kolesterol, Bikin Jantung Sehat dan Badan Makin Fit!
www.smartlink.biz.id
- Punya kolesterol tinggi bukan cuma bikin cemas, tapi juga bisa berdampak serius pada kesehatan jantung. Kabar baiknya, kamu tidak perlu langsung bergantung pada obat-obatan. Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan rutin, kamu bisa bantu menurunkan kadar kolesterol sekaligus jaga tubuh tetap fit.
Kalau kamu suka jogging atau lari santai, ini saatnya menjadikan hobi itu sebagai senjata turunkan kolesterol. Lari termasuk olahraga aerobik yang terbukti bisa meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan rasio kolesterol jahat (LDL) terhadap HDL. Kabar baiknya, kamu tidak perlu lari cepat apalagi maraton. Cukup jogging ringan beberapa kilometer saja sudah cukup memberikan efek positif bagi tubuh.
Menurut penelitian tahun 2020, lari jarak jauh atau latihan ketahanan punya dampak besar terhadap peningkatan HDL. Bahkan, efeknya dirasakan oleh berbagai kelompok usia dan berat badan, baik yang masih muda maupun usia paruh baya.
2. Jalan Cepat, Simpel Tapi Berdampak Besar
Tidak semua orang nyaman berlari, terutama jika ada masalah di persendian. Tenang, jalan cepat bisa jadi alternatif yang nggak kalah efektif. Selain lebih ramah di lutut dan pinggul, jalan cepat juga bantu menjaga kolesterol tetap stabil—asal dilakukan rutin dan dengan durasi cukup.
Dalam studi tahun 2019, orang dewasa dengan risiko penyakit jantung yang jarang berjalan kaki cenderung punya kadar kolesterol dan risiko jantung lebih tinggi. Jadi, jangan remehkan power walking. Kamu bisa mulai dengan 30 menit sehari, misalnya pagi atau sore sambil mendengarkan musik favorit.
3. Bersepeda, Menyenangkan dan Ramah Sendi
Bersepeda bukan cuma seru, tapi juga punya banyak manfaat kesehatan. Selain melatih otot kaki dan meningkatkan kebugaran jantung, olahraga ini juga cocok untuk kamu yang ingin menurunkan kolesterol tanpa membebani sendi.
Penelitian menunjukkan bahwa bersepeda secara rutin, termasuk indoor cycling seperti spinning, berkontribusi pada penurunan kolesterol jahat (LDL) dan peningkatan kolesterol baik (HDL). Bahkan, sebuah studi tahun 2020 menemukan bahwa bersepeda ke tempat kerja selama setahun bisa membantu menurunkan kadar LDL secara signifikan.
4. Renang, Solusi Aman untuk Sendi dan Kolesterol
Buat kamu yang punya masalah persendian atau ingin olahraga minim risiko cedera, renang bisa jadi pilihan terbaik. Aktivitas ini nggak hanya bantu membakar kalori, tapi juga terbukti meningkatkan profil lipid dalam tubuh.
Studi tahun 2021 menemukan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 dan hipertensi yang rutin berenang selama empat bulan mengalami peningkatan HDL, penurunan LDL, total kolesterol, bahkan tekanan darah dan kadar gula darah. Renang juga membantu menurunkan lemak tubuh dan indeks massa tubuh (BMI), lho.
Olahraga angkat beban atau resistance training mungkin jarang disebut dalam konteks kolesterol, padahal dampaknya cukup signifikan. Selain meningkatkan massa otot dan metabolisme, angkat beban juga terbukti membantu memperbaiki kadar HDL dan menurunkan kadar trigliserida.
Sebuah studi di Taiwan menunjukkan bahwa orang yang rutin melakukan latihan beban memiliki HDL yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidak olahraga sama sekali. Menariknya lagi, latihan ini juga cocok untuk lansia. Studi lain menemukan bahwa perempuan lansia yang menjalani program latihan angkat beban selama 9 bulan mengalami perbaikan kadar kolesterol dan lemak tubuh.
6. Yoga, Tenang tapi Tetap Bikin Sehat
Jangan salah, meskipun terlihat kalem dan lebih banyak gerakan peregangan, yoga juga berpengaruh pada kadar kolesterol. Kombinasi antara pernapasan, fleksibilitas, dan konsentrasi membuat yoga mampu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan.
Penelitian tahun 2020 menunjukkan bahwa yoga yang dikombinasikan dengan olahraga aerobik selama 12 minggu dapat membantu menurunkan kolesterol total, LDL, dan berat badan. Bahkan dalam review besar tahun 2022, yoga secara rutin juga terbukti memperbaiki kadar kolesterol, trigliserida, serta tekanan darah.